Analisis Saham Murah Berdasarkan PBV, Dividen, dan Potensi Kenaikan Harga versi JOKOVLOG
Banyak investor pemula menggunakan Price to Book Value (PBV) sebagai indikator awal untuk menemukan saham yang relatif murah. Namun, PBV sebaiknya tidak menjadi satu-satunya pertimbangan. Investor juga perlu memperhatikan dividen, potensi kenaikan harga (capital gain), dan risiko investasi.
Berdasarkan tabel yang sudah saya buat, berikut analisis sederhananya.
Saham dengan PBV Termurah
| Saham | PBV |
|---|---|
| BBTN | 0,43 |
| BBNI | 0,73 |
| ITMG | 0,76 |
| WIFI | 1,03 |
| BMRI | 1,16 |
| BBRI | 1,22 |
Secara teori:
- PBV < 1 = pasar menghargai perusahaan lebih rendah dari nilai bukunya.
- Semakin rendah PBV, semakin menarik untuk dianalisis lebih lanjut.
Dari tabel, BBTN, BBNI, dan ITMG merupakan saham yang terlihat paling murah.
Analisis Dividen
Bagi investor yang mencari pendapatan pasif, dividen menjadi faktor penting.
| Saham | Dividen/Lembar |
|---|---|
| ITMG | Rp992 |
| BMRI | Rp377 |
| BBNI | Rp349 |
| BBRI | Rp209 |
| BBCA | Rp54 |
| BBTN | Rp54 |
| BRIS | Rp33 |
Peringkat Dividen Terbaik
⯑ ITMG = Rp992
⯑ BMRI = Rp377
⯑ BBNI = Rp349
ITMG jauh unggul dibanding saham lainnya dari sisi dividen.
Analisis Potensi Kenaikan Harga
Menggunakan harga saat ini dibandingkan harga tertinggi 1 tahun terakhir.
| Saham | Potensi ke ATH |
|---|---|
| WIFI | 2,77x |
| ARTO | 2,42x |
| BBCA | 1,77x |
| Chips | 1,71x |
| BRIS | 1,59x |
| BBRI | 1,53x |
| BBNI | 1,43x |
| BMRI | 1,37x |
| ITMG | 1,37x |
| BBTN | 1,23x |
Secara teoritis, WIFI memiliki potensi kenaikan tertinggi jika mampu kembali ke level tertinggi tahun sebelumnya.
Namun potensi tinggi biasanya diikuti risiko yang lebih tinggi pula.
Analisis Risiko
| Saham | Risiko |
|---|---|
| BBRI | 1 |
| BMRI | 1 |
| BBNI | 1 |
| BBTN | 1 |
| BBCA | 2 |
| BRIS | 2 |
| ARTO | 3 |
| WIFI | 3 |
| ITMG | 4 |
| Chips | 4 |
Investor konservatif biasanya memilih saham risiko 1–2.
Saham Terbaik Berdasarkan Tujuan Investasi
1. Untuk Pemburu Dividen
ITMG
Kelebihan:
- Dividen tertinggi (Rp992)
- PBV murah (0,76)
- Masih memiliki potensi kenaikan
Kekurangan:
- Risiko tertinggi (4)
- Bergantung pada harga batu bara dunia, masuk kategori sham siklikal/musiman
Cocok untuk investor yang mengutamakan dividen besar.
2. Untuk Kombinasi Dividen dan Keamanan
BMRI
Kelebihan:
- Dividen besar (Rp377)
- Risiko rendah (1)
- PBV murah (1,16)
- Bank terbesar kedua di Indonesia
Pilihan yang cukup seimbang antara keamanan dan keuntungan.
3. Untuk Kombinasi Murah dan Dividen
BBNI
Kelebihan:
- PBV sangat murah (0,73)
- Dividen besar (Rp349)
- Risiko rendah (1)
Secara valuasi merupakan salah satu yang paling menarik dalam tabel.
4. Untuk Pertumbuhan Harga
WIFI
Kelebihan:
- Potensi kenaikan tertinggi (2,77x)
- PBV mendekati nilai buku (1,03)
Kekurangan:
- Dividen sangat kecil
- Risiko lebih tinggi
Cocok bagi investor yang mengejar capital gain. Tapi High Risk
Kesimpulan
Jika hanya boleh memilih satu saham berdasarkan kombinasi:
⯑ BBNI
Karena:
- PBV sangat murah (0,73)
- Dividen besar (Rp349)
- Risiko rendah (1)
- Potensi kenaikan masih sekitar 43%
⯑ BMRI
Karena:
- Dividen tinggi
- Risiko rendah
- Kinerja relatif stabil
⯑ ITMG
Karena:
- Dividen terbesar
- Valuasi murah
- Cocok untuk pencari passive income
Strategi yang Lebih Bijak
Daripada membeli satu saham saja, investor dapat mempertimbangkan:
- 40% BBNI
- 40% BMRI
- 20% ITMG
Kombinasi ini memberikan keseimbangan antara:
- Dividen tinggi
- Valuasi murah
- Risiko relatif terkendali
- Potensi pertumbuhan harga yang masih menarik
Catatan: Data dalam tabel menunjukkan kondisi saat ini dan bukan jaminan kinerja masa depan. Investor tetap perlu memperhatikan laporan keuangan terbaru, kondisi ekonomi, suku bunga, dan prospek industri sebelum mengambil keputusan investasi.

