Info

ikan hias

  • Membuat filter aquarium sendiri, di jamin air kinclong selamanya

    Bagi penggemar ikan hias, tantangan pertama dan yang umum adalah bagaimana membuat akuarium di rumah agar tidak perlu sering mengganti air dan agar air tidak cepat tidak jernih. Bagaimana caranya Di sini penulis akan memberikan tutorial tentang cara membuat filter akuarium yang ekonomis dan sederhana dengan menggunakan bahan-bahan yang dapat dibuat sendiri. Sudah penulis mencoba filter ini dan dampaknya adalah Penulis telah berhasil mempertahankan kejernihan air selama sekitar 2 bulan dengan cara yang sangat memuaskan. Selama periode tersebut, penulis tidak mengganti air, namun hanya menambah air yang menguap tanpa perlu melakukan proses pengurasan. Hasilnya, tingkat kejernihan air tetap terjaga dan tidak ada tanda-tanda kekeruhan. Saya memiliki sebuah akuarium dengan ukuran panjang 50 cm, lebar 25 cm, dan tinggi 31 cm, yang di dalamnya terdapat sebanyak 30 ekor ikan, jumlahnya cukup banyak meskipun akuariumnya kecil. Penulis dengan sengaja memberikan ikan dalam jumlah yang besar untuk menguji keefektifan filter yang ia buat. Untuk menguji filter tersebut, ia tidak memberlakukan penggunaan filter selama satu hari penuh. Hasilnya, air menjadi sangat keruh. Namun, begitu filter tersebut diaktifkan, dalam waktu enam jam air kembali jernih, menunjukkan bahwa filter tersebut berfungsi dengan maksimal. Dalam rangka mencapai hasil terbaik, penulis telah melakukan tiga percobaan untuk menghasilkan filter yang optimal. Yang saat ini sedang dijelaskan adalah percobaan ketiga, dan menurut penulis sendiri, hasil yang telah dicapai sudah memuaskan.

    aquariumjoko

     

    Jika hanya mengandalkan filter yang umumnya terbuat dari kapas, hasilnya tidak akan mencapai tingkat maksimal. Berdasarkan pengalaman penulis dalam menggunakan filter standar ini, berikut adalah apa yang dapat dikatakan:

    1. Angka kematian ikan yang sangat tinggi, terutama jika tidak diganti airnya selama lebih dari satu minggu, dapat mengakibatkan semua ikan mati.
    2. Aquarium yang diisi dengan sedikit ikan, akan dengan mudah menjadi keruh jika diberi ikan yang banyak.
    3. Ikan nampak enggan ber makan, menyebabkan banyak ikan yang meninggal karena kelaparan.
    4. Air perlu dijaga dengan rajin dikuras, sebab jika jarang dikuras air akan berbau tidak sedap, tercemar dan tidak jernih.
    5. Ikan menjadi lebih rentan terhadap penyakit dan kehilangan kekuatan yang bertahan lama.
    6. Dalam hal ini, banyak kelemahan lain yang membuat para pecinta akuarium menjadi enggan untuk mengadopsi ikan sebagai hobi mereka.

    Saat ini, permasalahan yang dijelaskan sebelumnya hampir sepenuhnya terselesaikan. Kami mengundang Anda untuk membaca artikel ini jika Anda mempraktikkannya, dengan harapan Anda akan menjadi ketagihan untuk membeli ikan dalam jumlah banyak. Inginku ingin membeli ikan terus-menerus seperti yang aku lakukan, karena jarang sekali ikan tersebut mati kecuali jika digigit atau dimakan oleh temannya sendiri. Filter yang diciptakan oleh penulis adalah suatu jenis filter hibrida, yang menggabungkan prinsip-prinsip dari filter kimia dan biologi. Aarang berfungsi sebagai penyaring bahan kimia dan keramik berbentuk cincin, sedangkan japmat dan biobal digunakan sebagai penyaring biologi. Penulis melakukan lebih banyak penyaringan menggunakan metode biologi karena penyaringan biologi memiliki kualitas yang lebih unggul daripada penyaringan menggunakan metode kimia. Kelemahan dari proses pemfilteran biologi adalah bahwa bakteri yang menjadi filter memiliki kecepatan pemfilteran yang lambat. Di sisi lain, filter kimia memiliki kecepatan pemfilteran yang sangat cepat namun harus sering diganti karena memiliki masa pakai terbatas. Penggunaan filter kimia yang berlebihan dapat menyebabkan ikan menjadi tidak sehat.

    Filter ini memiliki beberapa keunggulan, yaitu untuk akuarium dengan ukuran panjang 50cm, lebar 25cm, dan tinggi 31cm.

    1. Proses penyaringan air akan berjalan lebih cepat jika menggunakan pompa dengan kapasitas >2000lt/jam. Dalam waktu 2-3 jam, air akan menjadi bening. Apabila menggunakan pompa dengan kapasitas 900 liter per jam, diperlukan waktu sekitar 6 jam.
    2. Tidak perlu menguras air secara kontinu, hanya perlu menambahkan kembali air yang menguap.
    3. Teknik filtrasi hampir tidak membutuhkan perawatan, hanya perlu mengganti kapas secara rutin.
    4. Ikan memiliki daya tahan yang kuat terhadap penyakit.
    5. Hasrat makan ikan meningkat
    6. Angka kejadian kematian ikan menurun secara signifikan, sekitar 1% saja yang meninggal dan 99% sisanya dalam kondisi yang sehat dan prima.
    7. Air begitu bening sehingga tidak mengganggu saat kita memandangi akuarium.
    8. Harga terjangkau, jika dibandingkan dengan barang produksi pabrik. Dikarenakan menggunakan botol yang sudah digunakan sebagai alat penyaring medium
    9. Material pengisi penyaring mudah diperoleh di toko yang menyediakan materi untuk akuarium.
    10. Filter yang biasa dipakai pada akuarium yang lebih besar.

    skematik diagramnya sebagai berikut

    skema filter aquariumjoko

    Perhatikanlah:

    1. Kain bernama kapas perlu diganti secara teratur, jika kain kapas sudah berubah menjadi hitam sebaiknya dikeluarkan dan diganti dengan yang baru. Jika Anda merasa malas, Anda dapat membersihkan benda tersebut, namun sebaiknya hindari mencuci kapas karena ada kemungkinan kotoran masih menempel. Lebih baik menggunakan kapas hanya satu kali. Namun, si penulis tidak mencuci kapasnya dan tidak memasangnya kembali he. hehe
    2. Memberikan makan kepada ikan dalam ukuran akuarium (dengan panjang 50cm, lebar 25cm, dan tinggi 31cm) yang berjumlah 30 ekor, sebaiknya dilakukan dengan satu sendok pakan (tanpa menumpuk) dalam sehari. Jika memungkinkan, ikan juga dapat diberi makan dua kali sehari. Tetapi, memberi pakan hanya satu kali sehari pun tidak masalah. Apabila memberikan pakan secara berlebihan, dapat mengakibatkan kekeruhan air dan ikan hias akan tumbuh dengan cepat karena kebiasaannya yang sangat rakus dalam makanannya. Apabila jumlah ikan yang sedikit diubah sesuai, ini hanyalah deskripsi dari pengalaman pribadi penulis.
    3. Ketika filter sedang beroperasi, hindarilah memberikan obat apapun ke dalam akuarium karena dapat menimbulkan bahaya dan menyebabkan kematian pada ikan. Di dalam alat penyaring yang telah dibuat terdapat arang aktif yang berfungsi untuk menyerap berbagai macam jenis kotoran, termasuk obat-obatan. Setelah diabsorpsi oleh arang, kemungkinan terjadi reaksi kimia yang berpotensi mempengaruhi keberadaan ikan menjadi sangat berbahaya. Apabila ingin melakukan perawatan, nyalahkanlah penapis. Setelah cukup lama, dalam jangka waktu satu hari satu malam atau lebih, filter tersebut diaktifkan kembali.
    4. Arang aktif (Filter Kimia) sebaiknya diganti setiap 3 bulan agar tetap efektif (dalam arti arang yang digunakan sebelumnya dibuang dan diganti dengan yang baru), karena arang aktif hanya berfungsi selama 3 bulan, setelah itu tidak efektif lagi sehingga tidak dapat menyerap kotoran dengan baik. Namun, pengarang tidak pernah mengubah arang yang aktif, karena ketika arang tidak aktif lagi, maka arang tersebut akan berperan sebagai filter biologi di mana bakteri pengurai akan tinggal di sana.
    5. Setelah 1 minggu penggunaan, efek maksimal dari filter ini akan terlihat. Jika pada awalnya air terlihat keruh, terus hidupkan filter tersebut, maka seiring waktu air akan menjadi jernih dengan sendirinya. Ikan dapat langsung dimasukkan setelah itu. Salah satu faktornya karena bakteri belum tumbuh di sistem penyaringan, proses pertumbuhan bakteri pembusuk membutuhkan waktu sekitar satu minggu, oleh karena itu, bersabarlah.
    6. Sebelum dijadikan satu, disarankan untuk mencuci semua bahan yang terdapat di atas hingga benar-benar bersih agar proses pemfilteran dapat berjalan dengan maksimal.

    Gambar filter

    filter definisi joko

    Foto Implementasi pemasangan

    merakit filter aquariumjoko

Go to top
/*====== Adsense Google ======*/